Kritik dan Saran

Mengkritik adalah suatu kegiatan memilah, membedakan, mengurai, dan menunjukkan kelebihan-kekurangan dan keunggulan-kelemahan disertai alasan yang logis.

kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.

Dalam beberapa hal kritik sangat erat dengan saran. Saran sendiri dapat diartikan sebagai pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yg dikemukakan untuk dipertimbangkan (KBBI). Dengan kata lain saran dapat disimpulkan sebagai suatu solusi atau jalan keluar yang disampaikan untuk memecahkan masalah. Lalu dimana letak hubungan atau perbedaan kritik dan saran? Bisa dikatakan saran itu bagian dari sebuah kritik yang baik. Tetapi pada dasarnya saran dan kritik berbeda di dalam pemahamannya, dalam kritik kita mencoba melakukan penilaian dan mencoba untuk memperbaiki kesalahan/kekurangan melalui pendapat dibalut argument dan fakta yang kita lontarkan, sedang saran hanya berupa penyampaian hal yang lebih baik.

Dalam mengkritik, kamu tidak diperbolehkan untuk menjelek-jelekkan atau menjatuhkan terhadap sesuatu yang dikritik itu. Kritikan yang santun dapat kamu berikan dengan:

1. disampaikan secara jelas dan tidak berbelit-belit;

2.  tunjukkan letak kekurangannya;

3. beri penilaian dengan alasan yang logis dan masuk akal;

4. beri masukan yang membangun.

Hal-hal yang diperhatikan dalam mengkritik:

1. Mengetahui dan memahami persoalan yang akan dikritisi

2. Sesuai topik

3. Bahasa yang sopan dan santun

4. Diikuti fakta dan argumen yang kuat

5. Berikan jalan keluar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s