Jenis-Jenis Campur Kode Berdasarkan Satuan Lingual

           Secara garis besar satuan lingual itu terdiri dari beberapa bentuk satuan yang tersusun berdasarkan hirarki kebahasaan yang terkecil sampai dengan yang terbesar. Adapun  hirarki  satuan lingual dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar yaitu  fonem, morfem, kata, frase, klausa, kalimat, wacana.

           Thelander (dalam Suwito, 1985: 76) berpendapat bahwa unsur-unsur bahasa yang terlibat dalam “peristiwa campur” itu terbatas pada tingkat klausa. Campur kode terjadi apabila dalam suatu tuturan terjadi suatu kombinasi atau pencampuran variasi-variasi yang berbeda dalam klausa yang sama.

       Berdasarkan unsur-unsur yang terlibat di dalamnya Suwito (1985: 78-80) membedakan campur kode menjadi enam macam, yaitu (1) penyusupan kata, (2) penyusupan frasa, (3) penyusupan klausa, (4) penyusupan baster, (5) penyusupan pengulangan kata, (6) penyusupan ungkapan atau idiom. Adapun penjelasan dari macam-macam campur kode berdasar satuan lingualnya adalah sebagai berikut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s