Frasa

Frasa/frase

     Frasa sendiri dapat didefinisikan sebagai satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. (Ramlan, 1981: 139-141). Berdasarkan tipe strukturnya frasa dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentrik. Frasa endosentrik adalah frase yang berpusat, atau berhulu. Sedangkan frasa eksosentrik adalah frasa yang tidak berhulu atau berpusat (Tarigan, 1985: 94-95).

     Ramlan (1981: 141-143) membedakan frasa endosentrik menjadi tiga golongan, yaitu (1) frasa endosentrik koordinatif, frasa ini terdiri dari unsur-unsur yang setara, (2) Frasa endosentrik atributif, frasa golongan ini terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara, (3) frasa apositif.

     Selanjutnya Ramlan (1981: 144-163) berpendapat bahwa berdasarkan persamaan distribusi dengan golongan kata, frasa dapat dibagi menjadi empat, yaitu (1) frasa nominal, frasa ini  memiliki distribusi yang sama dengan kata benda,          (2) frasa verbal, frasa verbal  adalah frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata kerja, (3) frasa bilangan adalah frasa yang memiliki distribusi sama dengan kata bilangan, (4) Frasa depan adalah frasa yang  memiliki distrbusi yang  sama dengan  kata depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s