Interferensi

Interferensi

         Alwasilah (1985: 131) mendefinisikan interferensi sebagai kekeliruan yang disebabkan terbawanya kebiasaan-kebiasaan ujaran bahasa atau dialek ibu ke dalam bahasa atau dialek kedua. Lado (dalam Soepomo, 1977: 24) mendefinisikan interferensi sebagai kesulitan tambahan dalam proses menguasai bunyi, kata, atau konstruksi bahasa kedua sebagai akibat adanya perbedaan-perbedaan  antara bahasa kedua itu dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada pada bahasa ibu. Dari kedua pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa interferensi adalah kekeliruan berbahasa yang  terjadi pada  pengucapan, kata, dan konstruksi bahasa baik dalam suatu tuturan lisan atau tertulis, dan biasanya terjadi terutama bila seseorang itu sedang mempelajari bahasa kedua.

                Interferensi  dapat terjadi karena adanya beberapa faktor, yaitu (1) perlunya suatu kosakata untuk mengacu pada suatu objek, (2) adanya hubungan antara bahasa  pertama (misal bahasa daerah) dengan bahasa kedua (misal bahasa Indonesia) (Nababan, 1985: 131-132). Hal ini sejalan dengan pendapat Jakobovits (dalam Pranowo, 1996:6) yang berpendapat bahwa terdapat 5 hal yang dapat menyebabkan terjadinya transfer atau interferensi, yaitu  (1) kemampuan dalam berbahasa pertama, (2) kemampuan berbahasa kedua, (3) hubungan antara B1 dengan B2, (4) keterlibatan B2 dalam B1, (5) keterlibatan B1 dalam B2. Selanjutnya, Chaer dan Leonie (1995: 50) menjelaskan bahwa kemampuan dalam menggunakan B1 atau B2 adalah kemampuan seseorang di dalam menguasai dan menggunakan B1 atau B2. Jika B1 dan B2 dikuasai dengan baik, maka di dalam penggunaannya tidak akan mengalami kesulitan dan terhindar dari kesalahan berbahasa. Chaer dan Leonie (1995: 50) menjelaskan bahwa perbedaan antara B1 dan B2 akan mempengaruhi penguasaan bahasa seseorang. Misalnya, B1 yang dikuasai seseorang memiliki aturan gramatikal yang berbeda dengan B2 yang sedang dipelajari, hal ini akan menimbulkan penambahan kesulitan bagi penutur untuk menguasai B2. Teori berkaitan dengan interferensi ini dipaparkan oleh peneliti dengan tujuan untuk memberikan suatu gambaran  mengenai perbedaan antara interferensi dengan campur kode.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s