Campur Kode

Campur Kode

            Seseorang yang berdwibahasa memilliki kecenderungan untuk  mencampur bahasa yang dikuasai ketika mereka berkomunikasi. Campur kode sering  terjadi pada seseorang yang menguasai lebih dari satu bahasa baik itu bahasa pertama, bahasa kedua, dan bahasa asing. Nababan (1991: 32) mendefinisikan campur kode sebagai suatu keadaan berbahasa bilamana orang mencampur dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak bahasa tanpa sesuatu dalam situasi berbahasa itu yang menuntut pencampuran itu. Wardhaugh (dalam Windarti, 1995: 24-25) berpendapat bahwa campur kode terjadi apabila orang yang berkomunikasi itu menggunakan dua bahasa atau lebih bersama-sama sehingga dalam satu tuturan dapat berubah dari bahasa yang satu atau bahasa yang lain.

            Campur kode dapat terjadi antarbahasa, antardialek, dan antarragam dalam sebuah bahasa (Nababan, 1991: 31). Campur kode antarbahasa terjadi apabila seseorang sedang berkomunikasi dengan menggunakan B2, dan orang tersebut mencampur B2 dengan B1 atau bahkan bahasa asing (misal bahasa inggris) yang dia kuasai. Misalnya, seseorang sedang berbicara dalam bahasa Indonesia kemudian ia mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa atau bahasa Inggris.Campur kode antardialek terjadi karena saat berkomunikasai dengan suatu dialek, seseorang mencampur satu dialek dengan dialek yang lain. Misalnya seseorang berbicara dengan bahasa Indonesia dengan dialek Jakarta sebagai pokok, kemudian mencampur dengan bahasa Indonesia berdialek Papua. Campur kode antarragam terjadi karena pencampuran ragam bahasa yang satu dengan yang lain. Misalnya, seseorang  sedang berbicara dalam bahasa Jawa “ngoko” kemudian mencampurnya dengan bahasa Jawa “krama”. Hal ini menunjukkan bahwa pembicara itu mencampur ragam yang santai dengan ragam yang resmi saat ia berkomunikasi dengan mitra tutur. Jadi, campur kode adalah gejala bahasa yang mencampur bahasa tertentu  dengan bahasa lain (baik bahasa pertama, kedua, ataupun bahasa asing) saat berkomunikasi secara bersama-sama tanpa ada suatu situasi yang menuntut penggunaan bahasa lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s